Menerima Barang Dharma Gratis — Apakah Saya Berutang? | Master Jingben
【Seri Tanya-Jawab】
Menerima Barang Dharma Gratis — Apakah Saya Berutang?
Jawaban Master Jingben: Namo Amitabha Buddha. Mohon tenangkan hati Anda — menerima barang atau layanan yang vihara berikan secara gratis tidak akan membuat Anda "berutang," dan juga tidak akan mendatangkan akibat karma buruk. Vihara memberikan barang Dharma secara gratis justru karena welas asih — karena ingin memberi manfaat kepada para makhluk, menjalin jodoh Dharma yang luas dengan semua orang, dan membantu lebih banyak orang melafalkan Nama Buddha. Semangat "menjalin jodoh" pada dasarnya adalah memberi tanpa mengharapkan balasan — dana yang tanpa syarat. Maka, asalkan penerima menerima dengan hati yang penuh syukur dan sukacita, hal ini sendiri sudah merupakan jodoh baik yang indah. Lalu dari mana datangnya "utang"? Tentu saja, jika seseorang mengambil banyak barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan — itu justru menjadi suatu bentuk pemborosan. Tetapi untuk barang yang memang Anda butuhkan, terimalah dengan sukacita dan gunakanlah, hal ini sama sekali tidak masalah.
Mengenai berdana — yang paling penting selalu adalah satu kata: "hati." Jika Anda memiliki kemampuan, dan dari rasa sukacita serta syukur timbul niat untuk berdana dengan sukacita kepada vihara dan mendukung penyebaran Dharma, ini sungguh sangat baik. Hal ini memungkinkan ajaran Dharma terus mengalir dan tersebar, meneruskan Dharma, serta memberi manfaat kepada lebih banyak orang yang membutuhkan — membentuk siklus kebajikan yang baik.
Tetapi ada juga sebagian praktisi — mungkin masih muda, atau bahkan belum bekerja — yang untuk sementara tidak mampu berdana, atau hanya dapat berdana sedikit. Hal ini sama sekali tidak masalah. Penyebaran barang Dharma pada dasarnya memang untuk memberi manfaat kepada semua orang yang membutuhkan; nanti ketika Anda sudah memiliki kemampuan, barulah Anda berdana untuk mendukung. Atau, berdana dengan tenaga juga sama saja — misalnya, datang ke vihara untuk menjadi sukarelawan dan sebagainya — ini juga merupakan bentuk dukungan yang sama mulianya.
Singkatnya, berdana sebaiknya muncul dari hati yang tulus, sukacita, dan sesuai dengan kondisi serta kemampuan masing-masing — sama sekali bukan dari rasa takut akan "berutang" atau "akibat karma buruk," atau dari rasa terpaksa. Sang Buddha dan vihara memberikan kepada kita "dana Dharma" tanpa syarat; jika kita ingin membalas, hal itu juga seharusnya muncul dari hati yang penuh syukur dan keinginan untuk mendukung Dharma — bukan didorong oleh rasa takut.
Cara membalas yang terbaik kepada vihara, dan kepada kebajikan Sang Buddha, sebenarnya adalah ini: melafalkan Nama Buddha dengan hati yang tenang, dan membagikan satu kalimat "Namo Amitabha Buddha" ini kepada lebih banyak orang. Dalam bentuk apa pun hal ini dilaksanakan, inilah cara membalas yang paling mulia — "meyakini sendiri dan mengajak orang lain meyakini." Namo Amitabha
微信分享
扫描二维码,或复制链接分享