Bagaimana Seorang Pelafal Nama Buddha Menghadapi Kehidupan Sehari-hari? | Master Jingben

阅读
语言
功能

【Seri Tanya-Jawab】

Bagaimana Seorang Pelafal Nama Buddha Menghadapi Kehidupan Sehari-hari?

Pertanyaan: Bagaimana seorang pelafal Nama Buddha menghadapi kehidupan sehari-hari? Namun, dalam menjalani kehidupan yang normal, apakah masih ada waktu untuk sering melafalkan Nama Buddha? Dan apakah kita harus senantiasa menjaga tekad untuk melepaskan keduniawian?

Jawaban Master Jingben: Namo Amituofo. Berikut beberapa poin yang ingin saya bagikan kepada Anda:

1. Bagaimana seorang pelafal Nama Buddha menghadapi kehidupan sehari-hari?

Melafalkan Nama Buddha tidak mengharuskan kita meninggalkan kehidupan kita saat ini. Bekerjalah dengan baik pada apa yang seharusnya kita kerjakan; tunaikanlah kewajiban dan tanggung jawab keluarga sebagaimana biasanya. Kita melafalkan Nama Buddha justru di dalam hari-hari yang biasa ini — saat berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring; di sela-sela pekerjaan, atau bahkan sambil mengerjakannya, kita semua dapat melafalkan "Namo Amituofo." Inilah yang dimaksud dengan "melafalkan Nama Buddha dalam kehidupan sehari-hari, dan hidup dalam pelafalan Nama Buddha."

2. Namun, dalam kehidupan yang normal, apakah masih ada waktu untuk sering melafalkan?

Ada, mohon tenangkan hati Anda. Kemudahan terbesar dari melafalkan Nama Buddha justru terletak pada hal ini: ia tidak memerlukan waktu khusus yang besar, tidak memilih tempat, dan tidak memerlukan ritual apa pun. Dalam kehidupan sehari-hari kita, sebenarnya ada banyak sekali waktu-waktu kecil yang terserak: saat berjalan, saat naik kendaraan, saat mengerjakan pekerjaan rumah, saat mengantre, di saat-saat istirahat… semua waktu ini dapat digunakan untuk melafalkan Nama Buddha. Ambillah saat-saat yang tadinya berlalu dengan sia-sia itu, dan gantilah dengan pelafalan "Namo Amituofo" satu demi satu — dan dalam sehari, sebenarnya Anda dapat melafalkan begitu banyak Nama Buddha. Maka, kehidupan yang normal dan sering melafalkan sama sekali tidak bertentangan; kuncinya adalah membiarkan Nama Buddha mengalir secara alami ke dalam setiap detail kehidupan Anda.

3. Apakah kita harus senantiasa menjaga tekad untuk melepaskan keduniawian?

Bagi pelafal Nama Buddha, "tekad untuk melepaskan keduniawian" terutama terwujud dalam kehendak untuk "terlahir di Tanah Suci." Namun, ini tidak berarti kita harus senantiasa tegang, dengan sengaja mempertahankan suatu perasaan muak terhadap dunia yang berlebihan.

Ini ibarat seorang perantau yang jauh dari kampung halaman, yang dengan jelas mengetahui bahwa tanah kelahirannya adalah rumah yang pada akhirnya akan ia tuju. Namun ia tidak perlu menangis setiap hari, ataupun terus-menerus tenggelam dalam kesedihan rindu kampung halaman; ia tetap dapat bekerja dengan hati yang tenang dan menjalani hidupnya dengan baik — hanya saja hati yang bertekad untuk "pulang ke rumah" itu tidak pernah sekali pun berubah. Ketika waktunya tiba, ia secara alami akan menempuh perjalanan pulang.

Kehendak kita untuk terlahir di Tanah Suci pun demikian: begitu kita dengan tulus berkehendak untuk terlahir di sana dan berserah kepada Buddha Amitabha, kehendak "terlahir di Tanah Suci" ini sudah tertanam mantap, dan setelah itu kita cukup melafalkan Nama Buddha dengan hati yang tenang — tidak perlu senantiasa tegang dengan perasaan muak terhadap dunia. Yang disebut "kehendak untuk terlahir" itu, sederhananya adalah pemahaman hati yang jernih: bahwa dunia Saha ini pada akhirnya adalah penderitaan dan ketidakkekalan, dan bahwa arah tujuan akhir kita adalah Tanah Suci — kampung halaman kita yang sejati. Dengan membawa pemahaman yang jernih ini, kita justru dapat hidup dengan lebih bebas dan lebih tenang.

Maka: jalanilah hidup dengan hati yang tenang, manfaatkanlah waktu-waktu kecil dalam kehidupan sehari-hari untuk melafalkan Nama Buddha, dan simpanlah dalam hati kehendak untuk terlahir di Tanah Suci — ini saja sudah sangat baik. Serahkanlah segalanya kepada Buddha Amitabha: melafalkanlah dengan tenang, hiduplah dengan tenang. Namo Amituofo

阅读
语言
功能

分享文章

微信分享

扫描二维码,或复制链接分享