Apa Itu Berdana Harta? Apa Saja Tiga Jenis Berdana? | Master Jingben
【Seri Tanya-Jawab】
Apa Itu Berdana Harta? Apa Saja Tiga Jenis Berdana?
Jawaban Master Jingben: Namo Amituofo。"Berdana harta" yang Anda sebutkan adalah salah satu dari tiga jenis berdana yang disebutkan dalam agama Buddha. Berdana yang disebutkan dalam agama Buddha umumnya dibagi menjadi tiga jenis: berdana harta, berdana Dharma, dan berdana ketiadaan rasa takut.
1. Berdana Harta
Yaitu menggunakan harta benda untuk memberi manfaat kepada orang lain dan menolong para makhluk. Misalnya: menyumbang untuk membantu kaum miskin, memberikan persembahan kepada Tiga Permata, mendukung vihara dalam menyebarkan Dharma, dan sebagainya. Berdana harta dibagi lagi menjadi dua jenis: yang pertama adalah "harta luar" — yaitu harta benda di luar tubuh, seperti uang, makanan, dan pakaian; yang kedua adalah "harta dalam" — yaitu menggunakan tubuh, tenaga, dan waktu kita sendiri untuk menolong orang lain, misalnya melayani masyarakat sebagai relawan. Ini pun merupakan berdana.
Sekalian, izinkan saya juga menyebutkan dua jenis berdana lainnya.
2. Berdana Dharma
Yaitu menggunakan Buddha-Dharma untuk memberi manfaat kepada para makhluk — memperkenalkan Dharma kepada orang lain, agar mereka dapat mendengar ajaran yang benar dan terbebas dari penderitaan untuk memperoleh kebahagiaan. Misalnya: menjelaskan Dharma kepada orang lain, membagikan kitab suci, menyebarluaskan pustaka Dharma, membagikan video ceramah Suhu, bahkan menganjurkan seseorang untuk melafalkan satu kali "Namo Amituofo" — semua ini adalah berdana Dharma. Buddha bersabda, "Di antara segala persembahan, persembahan Dharma adalah yang tertinggi," karena harta benda hanya dapat meringankan kesulitan sesaat, sedangkan Dharma dapat memungkinkan seseorang memperoleh pembebasan dari kelahiran dan kematian, serta terbebas dari penderitaan secara mutlak. Inilah sebabnya jasa kebajikan berdana Dharma adalah yang paling mulia. Bagi kita yang melafalkan Nama Buddha, "meyakini sendiri dan mengajak orang lain meyakini" — membagikan Nama Buddha ini kepada mereka yang memiliki jodoh — adalah berdana Dharma yang terbaik.
3. Berdana Ketiadaan Rasa Takut
Yaitu memungkinkan para makhluk terbebas dari rasa takut dan memperoleh ketenteraman. Misalnya: menghibur mereka yang ketakutan dan gelisah, menemani mereka yang sakit dan menjelang ajal, melindungi yang lemah, dan tidak membunuh sehingga para makhluk terhindar dari ketakutan, dan sebagainya — apa pun yang dapat menghilangkan rasa takut para makhluk dan memberikan rasa aman kepada orang lain adalah berdana ketiadaan rasa takut. Melafalkan Nama Buddha bagi mereka yang menjelang ajal, memberikan ketenangan hati kepada yang meninggal dan keluarganya, justru merupakan perwujudan dari berdana ketiadaan rasa takut.
Yang paling penting dalam berdana adalah hati itu — bertindak dari hati yang penuh welas asih, sukacita, dan ketulusan, melakukannya sesuai dengan kemampuan dan kekuatan kita. Dan bagi kita yang melafalkan Nama Buddha, sembari mempraktikkan berdana, janganlah lupa bahwa yang paling mendasar tetaplah satu ini: "Namo Amituofo." Melafalkan Nama Buddha sambil berdana sesuai jodoh dan kemampuan — bahkan, di dalam tindakan berdana itu sendiri, menghubungkan orang lain dengan jodoh untuk melafalkan Nama Buddha — tidak ada yang lebih baik daripada itu. Namo Amituofo
微信分享
扫描二维码,或复制链接分享