Bisakah Buddha Amitabha Menolong Orang Berdosa Berat Seperti Saya? | Master Jingben
【Seri Tanya-Jawab】
Bisakah Buddha Amitabha Menolong Orang Berdosa Berat Seperti Saya?
Pada masa muda, karena tidak memahami hukum sebab-akibat karma, saya melakukan banyak kesalahan dalam urusan asmara, yang menyebabkan tubuh saya selama bertahun-tahun ini terus-menerus sakit-sakitan. Saat ini saya sangat-sangat menyesali perbuatan tersebut.
Bagi seseorang dengan karma yang begitu berat seperti saya, yang kini menjalani pola makan vegetarian dan melafalkan Nama Buddha — apakah saya layak terlahir di Tanah Suci yang penuh cahaya itu? Mohon petunjuk dari Suhu. Namo Amitabha Buddha.
Jawaban Master Jingben: Namo Amitabha Buddha. Saya telah menerima pesan Anda, dan dapat merasakan dalam-dalam hati penyesalan Anda. Hati saya turut tersentuh atas semua penderitaan jasmani dan batin yang telah Anda tanggung selama perjalanan hidup ini.
Mohon Anda terlebih dahulu menenangkan hati, dan bacalah perlahan-lahan — Suhu ingin mengatakan kepada Anda dengan sungguh-sungguh: orang seperti Anda tidak hanya layak terlahir di Tanah Suci, tetapi justru adalah orang yang Buddha Amitabha panggil siang dan malam, yang paling Buddha Amitabha ingin tolong.
Mohon Anda pahami dengan jelas: Ikrar Agung Buddha Amitabha pada hakikatnya dibuat justru untuk kita — untuk kita semua, makhluk biasa yang sarat dosa, yang tidak berdaya membebaskan diri dengan kekuatan sendiri. Jika kelahiran kembali di Tanah Suci mengharuskan kita terlebih dahulu menjadi suci tanpa noda, tanpa cacat sedikit pun, maka tidak ada satu pun makhluk biasa di dunia ini yang dapat terlahir di sana. Justru karena kita tidak mampu melakukannya, Buddha Amitabha sendiri yang berinisiatif mengikrarkan Ikrar Agung, sendiri yang datang menolong kita. Inilah yang paling mulia, paling welas asih dari ajaran Tanah Suci — "pertolongan dengan Kekuatan-Lain." Kelahiran kita di Tanah Suci tidak bergantung pada kesucian diri kita sendiri, melainkan pada kekuatan Ikrar Buddha Amitabha.
Master Shan-dao mengajarkan kita untuk memiliki "Dua Keyakinan Mendalam": pertama, meyakini dengan mendalam bahwa diri kita adalah makhluk biasa yang terbelenggu dalam lingkaran kelahiran-kematian karena perbuatan dosa, yang tidak berdaya menyelamatkan diri sendiri; kedua, meyakini dengan mendalam bahwa kekuatan Ikrar Buddha Amitabha justru ditujukan untuk menolong makhluk-makhluk seperti kita — bahwa dengan menumpang kekuatan Ikrar Buddha Amitabha, kita pasti terlahir di Tanah Suci.
Bahwa Anda kini dapat dengan mendalam menyadari masa lalu Anda dan timbul hati penyesalan — kesadaran "menyadari diri sebagai makhluk biasa yang sarat dosa" inilah persis yang disebut oleh Master Shan-dao sebagai keyakinan mendalam yang sejati. Ini sangat langka, sangat berharga.
Lebih dari itu, Sang Buddha dalam sutra dengan jelas mengatakan bahwa Buddha Amitabha bahkan dapat menolong dan menyambut ke Tanah Suci mereka yang melakukan "Lima Dosa Berat dan Sepuluh Perbuatan Jahat" — makhluk-makhluk dengan karma yang paling berat sekalipun — asalkan mereka dengan hati tulus melafalkan Nama Buddha di akhir hidup. Apalagi keadaan Anda? Kesalahan yang Anda lakukan di masa muda, dalam kegelapan ketidakpahaman akan karma, sama sekali tidak sebanding dengan dosa-dosa terberat seperti itu. Bagaimana mungkin welas asih Buddha Amitabha meninggalkan Anda? Cahaya Buddha Amitabha menyinari sepuluh penjuru, merangkul setiap makhluk yang melafalkan Nama-Nya. Buddha Amitabha tidak pernah memilih-milih, tidak pernah meninggalkan satu pun yang bersedia berbalik kembali dan melafalkan Nama-Nya.
Mengenai penyesalan — bahwa Anda mengerti untuk menyesali perbuatan, itu sangat baik. Namun mohon jangan tenggelam dalam rasa bersalah hingga tidak bisa keluar. Penyesalan diri yang berlebihan justru menjadi bentuk kemelekatan lain. Bagi para pelafal Nama Buddha, bentuk penyesalan yang paling baik, yang paling mendalam, adalah dengan melafalkan Nama ini, "Namo Amitabha Buddha." Master Shan-dao berkata: "Setiap lafalan Nama itu sendiri adalah penyesalan yang terus-menerus." Satu lafalan Nama Buddha dapat melarutkan karma dari berkalpa-kalpa lamanya. Maka, daripada menyalahkan diri sendiri berulang kali, ubahlah hati itu menjadi pelafalan Nama Buddha — sebab dalam setiap momen pelafalan, cahaya Buddha Amitabha sedang membersihkan dan menenangkan jiwa raga Anda.
Mengenai tubuh, mohon jalani pengobatan dengan baik dan rawatlah diri Anda. Walaupun penderitaan sakit itu pahit, justru melalui inilah kita dapat sungguh-sungguh merasakan ketidakkekalan dan penderitaan dunia Saha ini — sehingga tekad kita untuk terlahir di Tanah Suci menjadi semakin teguh. Di Tanah Suci tidak ada penderitaan, tidak ada sakit — itulah rumah sejati kita.
Mohon letakkan beban di hati Anda, dan lafalkanlah Nama Buddha dengan tenang. Buddha Amitabha tidak pernah memandang rendah Anda, tidak pernah meninggalkan Anda. Beliau ada tepat di samping Anda, menunggu untuk menyambut Anda kembali ke Tanah Suci yang penuh cahaya itu. Namo Amitabha Buddha
微信分享
扫描二维码,或复制链接分享