Pikiran Tidak Hormat tentang Tiga Mestika — Apakah Saya Kerasukan? | Master Jingben
【Seri Tanya-Jawab】
Pikiran Tidak Hormat tentang Tiga Mestika — Apakah Saya Kerasukan?
Jawaban Master Jingben: Namo Amitabha Buddha. Saya mengerti bahwa pikiran-pikiran yang muncul tiba-tiba ini membuat Anda sangat tidak tenang. Pertama-tama, tenangkan hati Anda — ini bukan Lima Dosa Berat, dan juga bukan kerasukan. Tidak perlu takut.
Pertama, Lima Dosa Berat merujuk pada perbuatan nyata, bukan pikiran yang sekilas melintas di benak. Anda tidak melakukan perbuatan apa pun yang tidak hormat kepada Tiga Mestika; Anda hanya mengalami pikiran yang sekilas muncul. Hal ini tidak termasuk Lima Dosa Berat. Tenangkan hati Anda.
Kedua, munculnya pikiran-pikiran seperti ini sebenarnya adalah hal yang sangat wajar. Hati kita sebagai makhluk biasa pada dasarnya memang dipenuhi oleh berbagai pikiran yang berseliweran, datang dan pergi tanpa dapat kita kendalikan sepenuhnya. Pikiran-pikiran ini adalah kebiasaan batin yang terbentuk sejak masa yang tak berawal — bukan Anda yang sengaja memikirkannya, melainkan muncul dengan sendirinya. Seperti awan di langit, datang dan pergi — kita tidak perlu menggenggamnya, dan juga tidak perlu mengusirnya. Ia akan berlalu dengan sendirinya.
Lagi pula, justru karena Anda melafalkan Nama Buddha, pikiran-pikiran liar ini menjadi lebih mudah Anda sadari. Bayangkan sebuah ruangan: dalam keadaan gelap, debu tidak terlihat; tetapi begitu sinar matahari masuk, semua debu langsung terlihat. Sinar matahari tidak membawa debu masuk — debu memang sudah ada di sana, hanya saja sebelumnya tidak diperhatikan. Pelafalan Nama Buddha adalah sinar matahari itu, yang membuat Anda melihat pikiran-pikiran liar yang memang sudah ada.
Selain itu, kenyataan bahwa Anda dengan jelas menyadari bahwa ini adalah pikiran yang buruk dan merasa tidak tenang karenanya — justru itulah yang menunjukkan bahwa Anda tidak kerasukan. Orang yang benar-benar kerasukan tidak akan merasa bahwa ada masalah pada dirinya.
Lalu bagaimana sebaiknya? Sangat sederhana — abaikan saja. Saat pikiran itu datang, biarkan ia datang. Jangan dianalisa, jangan dilawan, jangan menyalahkan diri sendiri. Semakin Anda memperhatikannya, semakin sering ia akan muncul kembali. Tenangkan diri, abaikan saja, dan lanjutkan melafalkan "Namo Amitabha Buddha." Biarkan Nama Buddha menggantikan pikiran-pikiran liar itu. Seiring berjalannya waktu, pikiran-pikiran tersebut akan memudar dan menghilang dengan sendirinya.
Tenanglah dalam melafalkan Nama Buddha. Buddha Amitabha tidak akan meninggalkan Anda hanya karena beberapa pikiran liar yang melintas di benak Anda. Welas asih Buddha Amitabha tidak pernah memperhitungkan hal-hal seperti ini — selama Anda terus melafalkan Nama-Nya, pelukan welas asih Buddha Amitabha tidak pernah meninggalkan Anda. Namo Amitabha Buddha
微信分享
扫描二维码,或复制链接分享