Pelafalan Nama Buddha Menjadi Kabur — Apa yang Harus Saya Lakukan? | Master Jingben

阅读
语言
功能

【Seri Tanya-Jawab】

Pelafalan Nama Buddha Menjadi Kabur — Apa yang Harus Saya Lakukan?

Pertanyaan: Suhu, Namo Amituofo. Saya mulai melafalkan Nama Buddha sejak tahun 2020, setiap hari melafalkan kira-kira beberapa ratus kali; cara saya melafalkan adalah dengan bibir bergerak tanpa bersuara, sementara hati ikut melafalkan. Tetapi, saya mendapati bahwa kini saya melafalkan sampai tidak tahu lagi apa yang saya lafalkan — misalnya: pelafalannya menjadi tidak tepat, terdengar kabur, dan sebagainya. Baik saya mencoba memperlambat maupun mempercepat pelafalan, hasilnya tetap dengan sendirinya kembali menjadi melafalkan tanpa tahu apa yang saya lafalkan. Bahkan ketika pikiran-pikiran liar muncul di benak, saya tidak pernah menghiraukannya — saya hanya terus melafalkan. Saya memohon petunjuk dari Suhu. Namo Amituofo

Jawaban Master Jingben: Namo Amituofo. Anda telah melafalkan sejak tahun 2020, bertahan beberapa ratus kali setiap hari, dan ketika pikiran liar datang Anda tidak menghiraukannya, hanya terus melafalkan — sikap ini sangatlah tepat; pertama-tama, saya turut bersukacita dan memuji Anda.

Mengenai yang Anda gambarkan — "melafalkan sampai tidak tahu lagi apa yang saya lafalkan" — mohon tenangkan hati Anda terlebih dahulu: ini bukanlah masalah besar, dan sama sekali bukan kemunduran.

Setelah bertahun-tahun melafalkan, Nama Buddha menjadi sangat akrab, dan dengan sendirinya mulai "meluncur" di mulut dan di hati — melafalkan sampai terdengar samar dan kabur. Ini adalah hal yang dialami banyak pelafal yang telah bertahun-tahun berlatih; inilah keadaan alami yang muncul setelah Nama Buddha dilafalkan hingga benar-benar akrab. Tidak perlu tegang, dan tidak perlu menyalahkan diri sendiri.

Yang lebih penting untuk dipahami adalah: kelahiran kita di Tanah Suci bersandar pada kekuatan ikrar Buddha Amitabha, bukan pada seberapa jelas kita melafalkan. Jasa kebajikan Nama Buddha terletak pada Nama itu sendiri; Buddha Amitabha tidak akan pernah menahan rangkulan-Nya hanya karena pelafalan kita menjadi samar. Maka, mohon jangan merasa tidak tenang karena "tidak melafalkan dengan jelas" — ketenangan hati kita berasal dari kekuatan ikrar Buddha, bukan dari seberapa baik kita sendiri melafalkan.

Tentu saja, jika dapat melafalkan dengan jelas dan mendengar setiap sukunya dengan terang, itu lebih membantu memusatkan hati dan membawa lebih banyak sukacita Dharma. Anda dapat mencoba menyesuaikannya seperti ini:

1. Melafalkan dengan Suara untuk Sementara Waktu

Melafalkan dengan suara pelan pun boleh — biarkan mulut yang melafalkan dan telinga yang mendengar saling bekerja sama, untuk "menera ulang" bunyi setiap sukunya. Setelah beberapa waktu, kembalilah ke pelafalan dalam hati seperti biasa, dan pelafalan akan menjadi jauh lebih jernih.

2. Menggunakan Tasbih atau Alat Pelafalan Nama Buddha

Anda dapat melafalkan dengan tasbih, satu lafalan satu butir — iramanya dengan sendirinya menjadi mantap, dan setiap suku kata menjadi lebih berpijak. Atau nyalakanlah alat pelafalan Nama Buddha, dan lafalkanlah mengikuti irama Nama Buddha di dalamnya.

3. Satu Sesi Singkat Setiap Hari untuk Melafalkan Suku demi Suku dengan Jelas

Sisihkanlah satu waktu tetap yang singkat setiap hari (misalnya kebaktian pagi dan malam) untuk melafalkan perlahan-lahan, suku demi suku, dengan sepenuhnya jelas; di waktu lainnya, lafalkanlah dengan bebas saja, tanpa menuntut setiap lafalan harus jelas. Dengan demikian Anda memiliki latihan "penera ulang", sementara sehari-hari tetap ringan dan leluasa.

Satu pengingat terakhir: tidak perlu sepanjang hari dengan tegang mengawasi diri sendiri soal "apakah saya melafalkan dengan jelas" — jika demikian, melafalkan Nama Buddha justru berubah menjadi tekanan. Melafalkan dengan jelas tentu baik; tetapi melafalkan dengan kabur pun tidak kehilangan jasa kebajikannya sedikit pun. Cukup pegang teguh hal yang pokok — "berkesinambungan tanpa terputus, melafalkan dengan hati yang tenang" — dan serahkanlah selebihnya kepada Buddha Amitabha. Namo Amituofo

阅读
语言
功能

分享文章

微信分享

扫描二维码,或复制链接分享