Bisakah Saya Melafalkan Nama Buddha Sambil Bekerja dan Berwirausaha? | Master Jingben

阅读
语言
功能

【Seri Tanya-Jawab】

Bisakah Saya Melafalkan Nama Buddha Sambil Bekerja dan Berwirausaha?

Pertanyaan: Suhu, Namo Amituofo. Di hari-hari melafalkan Nama Buddha ini, saya juga ingin belajar ilmu bisnis, bekerja, dan berwirausaha. Apakah ini boleh?

Jawaban Master Jingben: Namo Amituofo. Mohon tenangkan hati Anda — tentu saja boleh; sama sekali tidak ada masalah.

Bahwa Anda bekerja di dunia dan masih memikirkan untuk melafalkan Nama Buddha, itu sudah sangat patut disyukuri dan dipuji. Dan melafalkan Nama Buddha tidaklah memerlukan Anda meninggalkan kehidupan dan pekerjaan. Terlebih lagi Anda masih muda, membutuhkan sebuah pekerjaan untuk menghidupi diri sendiri adalah hal yang memang seharusnya, dan sama sekali tidak bertentangan dengan melafalkan Nama Buddha.

Ketahuilah: pintu Dharma pelafalan Nama Buddha pada hakikatnya adalah pintu Dharma yang menyatu ke dalam kehidupan sehari-hari — "melafalkan Nama Buddha di dalam kehidupan, dan hidup di dalam pelafalan Nama Buddha." Kaum terpelajar, petani, pengrajin, pedagang — masing-masing tenang dalam pekerjaannya; menunaikan tugas sendiri dengan baik sembari melafalkan "Namo Amituofo" — inilah keadaan yang normal bagi seorang pelafal Nama Buddha. Kita tidak perlu menunggu sampai telah meletakkan segalanya dan bebas dari segala urusan barulah dapat melafalkan; kita hanya perlu membawa satu Nama ini, secara alami, ke dalam hari-hari kita belajar, bekerja, dan berwirausaha.

Di sini izinkan saya berbagi beberapa hal lagi dengan Anda:

1. Menjalankan Usaha Sesuai dengan Dharma Adalah "Penghidupan Benar"

Dalam menjalankan usaha, hendaknya dilakukan dengan cara yang sesuai dengan nalar dan sesuai dengan Dharma. Sebagaimana pepatah, "Seorang yang berbudi luhur mencintai kekayaan, tetapi memperolehnya dengan cara yang benar." Profesi apa pun, jabatan apa pun, menjadikan pencarian manfaat bagi semua makhluk sebagai premis utamanya — inilah yang disebut dalam agama Buddha sebagai "Penghidupan Benar." Ketika masyarakat memperoleh manfaat, kekayaan yang murni dengan sendirinya akan datang. Dengan demikian, usaha itu sendiri dapat menjadi jodoh baik yang memberi manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

2. Berusahalah Sekuat Tenaga, dan Serahkanlah kepada Kehendak Buddha

Dalam pekerjaan, curahkanlah sepenuh hati pada usaha yang memang perlu dilakukan (melakukan apa yang dapat dilakukan manusia); adapun mengenai keberhasilan atau kegagalan, untung atau rugi, serahkanlah kepada pengaturan Buddha Amitabha (menuruti kehendak Buddha). Dengan Nama Buddha sebagai sandaran di hati, Anda tidak akan sombong di saat keadaan baik, maupun berkecil hati di saat keadaan buruk — Anda akan memiliki pijakan yang kokoh baik saat maju maupun mundur. Inilah keunggulan terbesar seorang pelafal Nama Buddha dalam menangani berbagai urusan.

3. Manfaatkanlah dengan Baik Waktu-waktu Luang untuk Melafalkan

Di tengah kesibukan, manfaatkanlah dengan baik waktu-waktu luang untuk melafalkan Nama Buddha — saat dalam perjalanan, saat menunggu, di saat-saat istirahat, semuanya dapat digunakan untuk melafalkan — sehingga Nama Buddha terus berlanjut tanpa terputus dalam kehidupan.

Maka, mohon dengan hati yang tenang, belajarlah dengan baik dan bekerjalah dengan baik, sembari senantiasa melafalkan Nama Buddha dan berikrar untuk terlahir di Tanah Suci. Tugas duniawi dan perkara besar yang melampaui keduniawian — keduanya tidak perlu terabaikan. Inilah pengaturan yang terbaik. Namo Amituofo

阅读
语言
功能

分享文章

微信分享

扫描二维码,或复制链接分享