Keluarga Saya Hendak Mempersembahkan Makanan Berdaging — Apa yang Harus Saya Lakukan? | Master Jingben

阅读
语言
功能

【Seri Tanya-Jawab】

Keluarga Saya Hendak Mempersembahkan Makanan Berdaging — Apa yang Harus Saya Lakukan?

Pertanyaan: Suhu, Namo Amituofo. Saya mulai mempelajari ajaran Buddha tahun ini, dan menemukan mazhab Tanah Suci di internet. Saya berterima kasih kepada Suhu karena telah membimbing saya untuk mengenal Buddha Amitabha; kini setiap hari saya melafalkan Nama Buddha, dan saya juga menjalani pola makan vegetarian.

Mendiang ibu saya berpulang tahun lalu. Saat itu saya belum mulai mempelajari Dharma, dan kini saya merasa sangat menyesal — saya tidak sempat mendampinginya dengan pelafalan Nama Buddha, dan pada persembahan pun digunakan daging.

Sekarang adalah bulan tujuh penanggalan lunar, dan keluarga saya berniat mempersembahkan daging bagi mendiang ibu saya. Ketika saya mengetahuinya, saya menjadi sangat khawatir, sebab saya tahu Buddha mengajarkan bahwa kita tidak sepatutnya mempersembahkan daging — bahwa hal itu justru menambah rintangan karma. Mengenai hal ini saya sama sekali tidak ragu, tetapi keluarga saya tidak memercayainya; saat ini mereka pun tidak menaruh kepercayaan pada Buddha-Dharma, dan bahkan menasihati saya agar tidak percaya takhayul.

Bolehkah saya bertanya, Suhu: apa yang sebaiknya saya lakukan?

🪷 #

Jawaban Master Jingben: Namo Amituofo. Bahwa Anda baru mulai mempelajari ajaran Buddha tahun ini, namun sudah dapat melafalkan Nama Buddha dan menjalani pola makan vegetarian setiap hari — ketekunan hati Anda ini sungguh langka; dan hati bakti Anda kepada ibu Anda lebih berharga lagi.

1. Serahkanlah kepada Buddha Amitabha

Ketika ibu Anda berpulang, Anda belum mengenal pintu Dharma ini, sehingga tentu saja tidak ada jalan bagi Anda untuk mendampinginya dengan pelafalan Nama Buddha. Demikianlah adanya jalinan kondisi saat itu; tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Ketahuilah: melafalkan Nama Buddha sekarang dan melimpahkan jasa kebajikannya bagi ibu Anda tetap membawa manfaat yang nyata dan besar — tidaklah terlambat hanya karena saat itu tidak ada pendampingan pelafalan. Pelafalan Nama Buddha bagi mendiang justru ada untuk menutupi segala saat yang dahulu "terlambat" — seandainya setiap orang sejak awal sudah mengenal pelafalan Nama Buddha, tentu tidak diperlukan pelimpahan semacam ini.

Di sinilah letak keistimewaan pintu Dharma pelafalan Nama Buddha: di alam mana pun mendiang berada pada saat ini, jasa kebajikan dari pelafalan dan pelimpahan itu dapat sampai kepadanya dan memberinya manfaat. Ini bukan sekadar kata-kata penghiburan; melainkan karena kekuatan ikrar Buddha Amitabha itu sungguh nyata dan tidak kosong, serta tak terbayangkan. Maka daripada terus-menerus khawatir, lebih baik kita melafalkan Nama Buddha ini bagi ibu Anda — inilah yang sungguh-sungguh menolongnya.

Anda juga sangat kami persilakan untuk datang ke pusat Dharma dan mengikuti upacara Dharma, melafalkan Nama Buddha bagi ibu Anda. Jika tidak memungkinkan untuk datang, Anda juga dapat mengikuti latihan bersama secara daring dari rumah; dan jika itu pun tidak memungkinkan, cukup melafalkan bagi ibu Anda di rumah seperti biasa, manfaatnya tetap sama.

2. Mengenai Persembahan Daging

Memang benar bahwa Buddha-Dharma tidak menganjurkan persembahan daging; pemahaman Anda tidaklah keliru. Namun dalam praktiknya, ada cara-cara bijaksana yang dapat kita tempuh:

(1) Jangan berdebat. Keluarga Anda sedang mengurus segala sesuatunya, dan mereka belum percaya pada Dharma; memaksakan perdebatan pada saat seperti itu hanya akan menimbulkan pertikaian, dan justru membuat mereka merasa tidak suka terhadap Buddha-Dharma.

(2) Sesuaikan dengan keadaan. Anda dapat menyiapkan sendiri beberapa persembahan vegetarian dengan tangan Anda, atau mengusulkan dengan lembut: "Ibu dahulu suka makanan ini; biar saya yang menyiapkan beberapa hidangan." Tidak perlu menekankan kata "vegetarian." Jalinan kondisi belum matang, maka tidak perlu menuntut semuanya harus vegetarian — cukup mengubah perbandingannya saja, sehingga lebih banyak persembahan yang tidak melibatkan daging. Misalnya, jika hendak disiapkan lima hidangan dan empat di antaranya berupa daging, kini dapat dibalik, sehingga empat di antaranya vegetarian. Sebanyak apa pun pembunuhan yang dapat dikurangi, sebanyak itulah yang diperoleh. Dan sekalipun keluarga Anda hendak mempersembahkan daging, usahakanlah sebisa mungkin menggunakan "tiga jenis daging yang murni," dan bukan makhluk yang disembelih saat itu juga.

(3) Dan inilah yang paling penting: biarkanlah keluarga Anda mempersembahkan menurut cara mereka sendiri, sementara Anda, pada saat persembahan itu, melafalkan Nama Buddha di dalam hati bagi ibu Anda, dan melafalkan pula bagi para makhluk yang nyawanya telah dikorbankan. Buddha Amitabha penuh welas asih, dan pasti dapat menyelamatkan mereka semua. Justru karena Anda berada di sana, hewan-hewan itu memperoleh kesempatan untuk berjumpa dengan Buddha Amitabha dan menerima penyelamatan-Nya — dipandang demikian, seluruh jalinan jodoh ini pun menjadi sempurna.

3. Akhirnya

Keyakinan tidak dapat dipaksakan kepada keluarga; tetapi setiap lafalan Nama Buddha yang Anda ucapkan, Buddha Amitabha mengetahuinya.

Ketika keluarga Anda menyebut Anda "percaya takhayul," tidak perlu memasukkannya ke dalam hati. Sesungguhnya mereka mengatakannya karena kepedulian, bukan karena niat buruk. Setiap makhluk memiliki jalinan kondisinya masing-masing; bahwa mereka belum dapat menerimanya untuk saat ini hanyalah berarti jodohnya belum matang. Maka pada tahap ini: biarkanlah mereka melakukan apa yang mereka lakukan, sementara kita terus melafalkan Nama Buddha — dan limpahkanlah pula jasa kebajikannya bagi mereka, seraya memohon semoga Buddha Amitabha memberkati mereka dengan welas asih-Nya, agar akar kebajikan mereka segera matang.

Marilah kita serahkan kelahiran ibu Anda di Tanah Suci kepada Buddha Amitabha, dan serahkan pula seluruh perkara ini kepada Buddha Amitabha. Namo Amituofo

阅读
语言
功能

分享文章

微信分享

扫描二维码,或复制链接分享